Minggu, 11 April 2010

PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK TOGA


Pekarangan adalah lingkungan kita sehari-hari, jika ditata dengan baik bakal menjadi taman. Pun jika kuasa dipelihara dengan baik, akan memberikan lingkungan menarik, nyaman dan sehat serta menyenangkan dan membuat kita betah berlama-lama tinggal di rumah.

Dengan menanam tanaman yang berproduktif, taman pekarangan dapat memberikan kesehatan yang memenuhi kepuasan jasmaniah dan rohaniah. Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman produktif seperti tanaman holtikultura (tanaman buah-buahan, sayur-sayuran dan tanaman hias), rempah-rempah, obat-obatan, bumbu-bumbuan dan lainnya akan memberikan keuntungan yang berlipat ganda.
Bagi masyarakat Indonesia termasuk Koa Pematangsiantar, cerita pemanfaatan pekarangan dengan tanaman produktif dalam bentuk apotik hidup dan warung hidup tidak asing lagi. Bahkan sejak beberapa tahun silam pemerintah telah menjadikannya jargon dalam program peningkatan pendapatan masyarakat khusus masyarakat kota. Namun sampai saat ini masih perlu dipertanyakan sampai sejauh mana aksinya terealisasi?.

Saat krisis melanda bangsa kita mulai pertengahan tahun 1997 yang menerpa kehidupan dan penghidupan masyarakat menjadi terpuruk. Sampai saat ini masyarakat masih merasakan getirnya dampak krisis tersebut.. Kita harus bangkit dari keterlenaan itu, mari kembali menggali potensi di lingkungan yang kita miliki dengan menata dan memanfaatkan pekarangan secara konseptual.

Pekarangan dan Pemanfaatannya

Pekarangan adalah sebidang tanah disekitar rumah yang terbatas sering dipagari dan ada juga yang tidak dipagari. Biasanya ditanami dengan beranekaragam jenis tanaman ada yang berumur panjang, berumur pendek, menjalar, memanjat, semak, pohon rendah dan tinggi serta terdapat ternak. Dalam hal ini pekarangan merupakan sebuah ekosistem buatan

Pekarangan jika dimanfaatkan secara konseptual dan dipelihara secara benar dan baik akan memberikan hasil tidak ternilai. Artinya kita manfaatkan dengan pendekatan ekosistem dan memperhatikan semua kepentingan yang ada di rumah kita, seperti kepentingan ibu, bapak, anak-anak, bahkan pembantu

Selain ditanami dengan tanaman, pekarangan dapat pula dimanfaatktan untuk memelihara ternak. Kotoran ternak itu dapat pupuk, begitu pula sampah atau daun-daunan bisa dijadikan kompos. Di samping memberikan hasil bersifat kebendaan yang dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah, pekarangan juga memberikan hasil yang abstrak yaitu ketenangan, keindahan dan kedamaian yang dapat memenuhi kebutuhan untuk kesehatan rohaniah.

Pekarangan dapat merupakan tempat selingan pekerjaan, menyalurkan hobi, dapat menjadi pengikat yang baik bagi anggota keluarga, sehingga kebiasaan ibu-ibu bertandang ketetangga, atau menonton “gosip” di TV, maupun pergi ke mal dapat dikurangi. Demikian pula pengorbanan atau biaya untuk menanami pekarangan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan hasil yang diberikannya, bahkan hasilnyapun berkualitas tinggi.

Di pekarangan dapat ditanami beraneka jenis tanaman yang menghasilkan yang dibutuhkan sehari-hari seperti tanaman buah-buahan, sayur-sayuran, bunga-bungaan, tanaman obat-obatan, bumbu-bumbuan, rempah-rempah, kelapa dll. Hasil pekarangan banyak variasinya yang dapat menghasilkan sepanjang tahun, dengan hasil yang segar.

Pemanfaatan pekarangan itu sangat menguntungkan, karena di pekarangan kita dapat:
Menciptakan lingkungan hidup nyaman, sehat dan estetis, dengan taman pekarangan akan dapat mengkreasikan seluruh aktivitas secara maksimal setiap anggota keluarga. Berbagai keuntungan yang diperoleh dengan memanfaatkan pekarangan secara konseptual antara lain:

  1. Pemanfaatan berpotensi sebagai penghasil (tambahan), seperti bahan pangan atau bahan obat-obatan bahkan ternak untuk kebutuhan hidup sehari-hari dalam rangka hidup sehat, murah dan mudah.
  2. .Pemanfaatan pekarangan dengan taman pekarangan yang konseptual akan memberikan kenyamanan serta dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah dan rohaniah terutama anggota keluarga, maupun siapa saja yang lewat disekitar rumah kita.
  3. Pemanfaatan pekarangan mengandung nilai pendidikan khususnya dapat mendidik anggota keluarga cinta lingkungan, juga pekarangan dapat menjadi laboratorium hidup.
  4. Bila pemanfaatan pekarangan semakin berkembang, dengan diikuti kreativitas ibu-ibu pada suatu saat dapat menjadi industri pekarangan, sehingga dapat menjadi usaha tersendiri dalam rangka menambah pendapatan keluarga. Hal ini sudah banyak contohnya ibu-ibu yang berhasil dimulai dari pemanfaatan pekarangan.
  5. Pemanfaatan pekarangan merupakan bagian dari pembangunan hutan kota, guna lingkungan yang nyaman, sehat dan indah, sangat mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (suistanable development), karena pemanfaatan pekarangan merupakan pelestarian ekosistem yang sangat baik. Hutan kota yang berbentuk menyebar dan berstrata banyak merupakan hutan kota yang paling efektif dalam menanggulangi perubahan suhu, terutama di daerah Tropis. Bila setiap pekarangan dimanfaatkan secara konseptual, tentu akan terbangun hutan kota berbentuk menyebar dan berstrata banyak di mana-mana, tentu akan dapat menanggulangi masalah perubahan iklim karena kenaikan panas bumi.


Pekarangan dan Taman

Suatu taman dikatakan baik dan menarik, jika taman tersebut mengandung nilai keindahan, bermanfaat dan sehat. Banyak orang mengartikan taman hanyalah sebidang tanah dalam kota misalnya taman bunga di jalan merdeka pematangsiantar, taman hewan pematangsiantar, atau taman sekitar rumah atau hotel, atau bangunan besar lainnya dimana disitu terdapat rumput peking, palm botol, cycas dan tanaman lain yang mahal-mahal.
Taman sebenarnya bukan hanya itu. Taman mempunyai pengertian yang luas sekali, dan setiap orang dapat mempunyai pengertian sendiri-sendiri. Menurut seorang ahli hortikultura, taman adalah kebun tempat tanamannya tumbuh. Sementara menurut seorang penyair, taman adalah tempat dimana oarang dapat mengasingkan diri, bersistirahat merenung untuk mendapatkan inspirsi dan kegembiraan. Bagi seorang arsitek taman terbatas pada suatu perancangan dari segi estetika dan fungsional. Disini terlihat bahwa pengertian taman itu sangat relatif. Pengertian modern taman didasarkan kepada:

  1. Adanya hubungan erat antara manusia dan aktifitasnya serta kesenangannnya, yang dapat memenuhi kebutuhan jasmaniahnya.
  2. Adanya hubungan erat dengan keindahan yang memberikan kesenangan pancaindera dan perasaannya, yang dapat memenuhi kebutuhn rohaniah.

Taman secara umum dapat dikatakan suatu daerah luas atau sempit dimana terdapat keselarasan dan kesatuan dari unsur-unsur tanaman hias dan benda-benda lainnya yang terdapat di dalamya sehingga memberikan suatu pemandangan. Daerah itu dapat berarti pegunungan, taman rekreasi, kota, kampung, pekarangan dan lainnya. Tentang luas atau sempitnya daerah itu tidak menjadi persoalan.

Rasanya senang sekali mempunyai rumah yang besar dan halaman atau pekarangan yang luas. Tetapi kenyataannya tidak demikian, karena rumah yang besar akan membuat kita sibuk dan menghabiskan waktu untuk mengurus rumah, begitu pula akan membutuhkan biaya yang besar untuk perawatan dan pemeliharaannya.

Akan lebih baik dan nyaman, bila kita punya rumah sedang atau lebih kecil dengan pekarangan yang luas. Dengan demikian penghuni rumah akan lebih banyak dapat berkreasi dalam pemanfaatan pekarangan, bahkan akan memberikan penghasilan tambahan yang tidak disengaja atau tidak diduga, karena dipekarangan setiap penghuni rumah dapat melakukan apa saja.
Secara garis besar area atau daerah taman pekarangan pada umumnya dapat dibagi menjadi:

  1. Daerah umum (public area). Taman yang kita buat dimaksudkan pada area ini selain dilihat dan dinikmati oleh penghuni rumah juga oleh siapa saja yang lewat di depan atau disekitar rumah kita.
  2. Daerah kesibukan (service area). Taman yag kita buat pada area ini adalah untuk kesibukan penghuni rumah, misalnya tempat mencuci pakaian, mencuci piring atau lainnya. Pada area inipun dapat ditanam tanaman bumbu-bumbuan, sayur-sayuran atau tempat menanam tanaman obat-obatan. Begitu pula tempat anak-anak bermain. Biasanya daerah ini diletakkan dekat dapur, dengan maksud bila mau ambil tanaman bumbu pada saat sedang memasak mudah dan dekat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama, jadi masakannya tidak menjadi hangus. Begitupula tempat anak-anak bermain diletakkan didaerah ini, dengan maksud ibu atau pembantu rumah tangga atau penghuni rumah yang lainnya sambil bekerja, setiap saat dapat mengawasi anak-anak yang sedang bermain. Apalagi tiba-tiba ada anggota keluarga memerlukan tanaman obat-obatan, terutama pada malam hari dapat dengan mudah dan aman mengambilnya.
  3. Daerah pribadi (private area). Daerah ini kita buat taman yang khusus untuk pribadi, misalnya tempat ibu atau bapak menanam tanaman hobbinya tempat “bertukang”, melakukan penelitian yang paling hemat, aman, setiap saat dapat diamati. Daerah pribadi ini biasanya disediakan disamping rumah.
  4. Daerah famili (family area). Daerah ini dapat dibuat taman untuk kepentingan keluarga, atau tempat berolah raga, atau tempat keluarga berkumpul, camping dan lainnya. Jangan lupa memikirkan tempat anak-anak dikala remaja bersantai. Taman untuk keluarga ini diberi tempat yang strategis dipekarangan bila pekarangannya luas.

Dari pengertian sederhana tentang pekarangan dan taman, maka sudah saatnya setiap keluarga membuat taman pekarangan secara konseptual. Dengan membuat taman pekarangan banyak sekali manfaatnya yang dapat dinikmati dalam rangka memenuhi kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan keluarga baik kebutuhan jasmaniah maupun rohaniah anggota keluarga antara lain karena:

  1. Taman dibuat oleh keluarga, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anggota keluarga
  2. Pemeliharaan dapat lebih teliti, sepanjang waktu oleh anggota keluarga
  3. Dapat menyalurkan hobbi anggota keluarga, misalnya koleksi berbagai jenis tanaman
  4. Dapat dipetik sepanjang tahun, berkualitas tinggi dan dapat dinikmati sepanjang tahun.
  5. Dapat dipetik sepanjang waktu, disaat diperlukan seperti tanaman obat-obatan atau bumbu.
  6. Dapat memetik hasil dalam keadaan segar dan masak di pohon.
  7. Dapat memberikan pendapatan tambahan, dan hubungan baik dengan tetangga.
  8. Dapat memberikan pekerjaan selingan bagi ibu-ibu dan seluruh anggota keluarga.
  9. Tempat menyalurkan kreatifitas terutama anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

”Program Gerakan Dinas Pertanan Kota Pematangsiantar” suatu Konsep

Mengingat pemanfaatan pekarangan mempunyai banyak fungsi terutama dalam rangka peningkatan pendapatan keluarga maka perlu dikembangkan secara intensif, terutama dalam menggali potensi pekarangan, sehingga dapat merupakan usaha yang menguntungkan. Selanjutnya melihat kenyataan dewasa ini, harga obat maupun harga buah-buhan sangat tingggi. Begitu pula sayur-sayuran yang bagus harganya juga tinggi dan bahkan untuk mendapatkan buah-buahan dan sayur-sayuran yang berkualitas di pasar tradisional jarang ada yang bagus.
Oleh karena itu bila pekarangan dapat dimanfaatkan menjadi apotik hidup, warung hidup, taman pekarangan akan membantu keluarga mengatasi masalah tersebut

Berbicara mengenai pemanfaatan pekarangan tentunya sasarannya utamanya adalah perkotaan walaupun tidak terlepas pedesaan. Karena masyarakat kota mempunyai pekarangan luas yang belum dimanfaatkan sementara kebutuhan sehari-harinya seperti sayuran, buah-buahan, dan bumbu masak diperoleh dengan cara membeli. Padahal pengadaannya dapat dilakukan sendiri oleh keluarga tanpa mengeluarkan uang dengan memanfaatkan pekarangan saja.

Bila kita bersafari di Kota Pematangsianta rmaka banyak ditemui pekarangan luas yang belum dimanfaatkan. Bahkan masih banyak tanah kosong yang direncanakan peruntukannya bangunan rumah namun belum difungsikan. Sepanjang tanah seperti ini belum difungsikan alangkah baiknya dimanfaatkan apakah itu oleh pemilik, keluarga, ataupun tetangga sebagai lahan bertanam berbagai jenis tanaman..

Mencermati potensi pekarangan dan tanah kosong di Kota Pematangsiantar serta kondisi sekarang ini dimana sebagian besar masyarakat mengalami kesulitan ekonomi sebagai dampak krisis yang berkelanjutan menerpa Indonesia maka sangat tepat momennya Distan Kota Pematangsiantar mencanangkan ”Program Gerakan Pemanfaatan Pekarangan dan Tanah Kosong secara konseptual”. Apalagi halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Pematangsiantar pun masih luas tanah kosong yang dapat dijadikan sebagai contoh kepada masyarakat Kota Pematangsiantar bagaimana memanfaatkan pekarangan dengan baik dan berguna. Misalnya saja menanam berbagai jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, Tanaman Obat keluarga (Toga). Melalui Toga ini, disamping sebagai model untuk ditontonkan kepada masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan juga bisa sebagai sumbangan Pemko kepada masyarakat yang membutuhkan tanaman obat. Hal ini penting sekali mengingat begitu banyaknya masyarakat sekarang ini dihinggapi penyakit berat-berat seperti kangker payudara, hipertensi, kolestrol, leukemia dan sebagainya.

Banyak pengalaman menunjukkan bahwa penyakit berat seperti itu dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi tanaman jenis tertentu. Akhir-akhir ini penulis sering ditanya orang mengeani tempat atau sumber diamana bisa mendapatkan jenis tanaman yang mereka butuhkan untuk digunakan menjadi obat

Bila Dinas Pertanian Kota Pematangsiantar membuat Taman Toga berarti dengan sendirinya memfasilitasi masyarakat untuk tidak ke Penang berobat. Hanya saja jenis tanaman obat yang ditaman hendaknya disesuaikan pula dengan perkembangan penyakit yang ada sekarang ini. Jangan jahe, kunyit yang ditanam tetapi misalnya stevia, sirih hitam, keladi tikus, binahong dan sebagainya. Dinas Pertanian Kota Pematangsiantar sudah barangkali lebih mengetahui jenis tanaman obat yang sesuai dikembangkan saat ini dan mengetahui dimana bisa mendapatkan bibitnya, hanya komitmen saja..

Semoga ada komitmen dan niat baik Pemko Pemtangsiantar dalam hal ini Dinas Pertanian Kota Pematangsiantar untuk membantu dan memfasilitasi masyarakat dalam rangka memanfaatkan pekarangan dan tanah kosong demi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masayarakat Kota Pematangsiantar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar